Pages

Thursday, October 13, 2011

Kisah Seonggok Jagung Rebus

Ini adalah kisah penyesalan lain dari hidup saya- seorang blogger pemula :

"Jagung rebus"

 Apa yang saudara bayangkan ketika melihat, menghirup aroma si makanan yang satu ini? nikmat bukan?
tapi ada kisah unik dibalik si kuning ini.

Pada hari minggu kemarin, telah diceritakan betapa senangnya saya dan beberapa rekan saya menikmati si kuning penuh karbohidrat ini, yang kami dapat kan di Taman Fatahillah. Sebenarnya tidak ada yang spesial akan proses mencari maupun memakan jagung rebus ini kemarin. Bahkan saya sendiri sudah lupa.

Tetapi pada hari Selasa, 11 Oktober 2011 pukul 11.10 di ruang 6.15 ada perkataan dosen Kimia Lingkungan saya, Pak Adi Riyadhi, yang menohok sampai ke perut saya (loh kok perut?).. Beliau berkata :

"Sungai ciliwung itu kan tercemar ya?, anda tidak tahu apa yang penduduk sekitar lakukan dengan air sungai Ciliwung itu. Disana itu, anda tahu JAGUNG REBUS?, itu direbus pakai air dari kali Ciliwung"
Deg! bagaimana perkataan tersebut tidak menghancurkan perasaan bahkan lambung saya yang baru 3 hari sebelumnya menikmati dengan riang "si jagung rebus dari kali ciliwung". mata saya pun langsung bertatapan dengan Oci . Raut wajahnya pun tidak enak (jangandilihat tahi lalatnya ya, itu memang mengganggu .. hahaha -abaikan)

Hey! pencerahan itu pun datang terlambat. Setelah sang jagung telah menari-nari dengan gerakan peristaltik di tenggorokan hingga usus saya.. dan sekarang mungkin sedang tertawa-tawa di 10 meter dibawah rumah saya!

Pantas saja sang jagung berwarna hitam - hitam aneh di dalam biji - biji monokotilnya yang berwarna kuning.

air nya dari sini nih - Sungai Ciliwung - Jakarta (melewati kota tua)

Sekali lagi kawan, BEWARE lah akan makanan yang kita konsumsi, seberapa menggiurkannya makanan itu, tapi kalo direbus sama air ciliwung yang anda semua pun tahu dicemari dengan limbah rumah tangga hingga limbah pabrik yang entah logam berat apa yang tercampur didalamnya ... hiiiy ..
dari sampah plastik biasa sampai kasur pun ada di dalam situ.. BAYANGKAN saudara - saudara! bagaimana penderitaan saya..




Oh pak Adi, kalo ngasih tau ya jangan telat gitu loh pak, nasib nasib

No comments:

Post a Comment